TRIBRATA NEWS
Polres Hulu Sungai Utara – Komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung Program Swasembada Jagung Nasional terus diwujudkan melalui kegiatan monitoring rutin terhadap perkembangan lahan pertanian binaan Polri. Pada Jumat (10/7/2026), jajaran Polsek Banjang melaksanakan pemantauan langsung di lahan jagung milik masyarakat yang berada di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebagai bentuk pendampingan terhadap petani sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai harapan.
Kegiatan monitoring dimulai pada pukul 11.00 Wita dengan melibatkan personel Polsek Banjang, yaitu AIPTU Soeyatmin, S.H. (Kanit Samapta), AIPTU Noryadi (Ka Jaga), AIPDA Robbi Utama, S.H. (Kanit Provost), BRIGADIR Fahmi Rachman, dan BRIPTU M. Alfito Gusna. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memantau kondisi tanaman, mengevaluasi perkembangan pertumbuhan jagung, serta menjalin komunikasi yang baik dengan petani agar berbagai kendala dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.
Lahan yang dimonitor merupakan milik Sadikin, tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri yang menjadi kelompok tani binaan Polri, dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi. Jagung yang ditanam merupakan jagung pakan menggunakan benih Hibrida Bisi 18 sebanyak 100 bungkus atau sekitar 100 kilogram. Dalam proses budidayanya, petani memanfaatkan pupuk NPK 16.16.16 dan Dolomit, serta herbisida Basmilang, sementara pengolahan lahan masih dilakukan secara manual.
Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam sejak 12 Mei 2026 kini telah memasuki usia sekitar 60 hari dengan kondisi pertumbuhan yang cukup baik. Tinggi tanaman bervariasi antara 2,00 hingga 2,10 meter, menandakan perkembangan yang sehat dan sesuai dengan fase pertumbuhan. Apabila kondisi cuaca tetap mendukung dan perawatan dilakukan secara optimal, panen diperkirakan dapat dilaksanakan pada 10 Oktober 2026 dengan hasil yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, keberhasilan swasembada jagung tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga memerlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh unsur, termasuk Polri.
“Polres Hulu Sungai Utara akan terus hadir mendampingi para petani melalui kegiatan monitoring dan koordinasi secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan setiap tahapan budidaya berjalan dengan baik, mulai dari penanaman hingga panen. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat, rasa aman, serta menjadi jembatan koordinasi apabila ditemukan kendala di lapangan,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.
Ia menambahkan, Program Swasembada Jagung merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat harus terus diperkuat agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik faktor cuaca maupun kondisi lingkungan.
Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan secara berkala, Polres HSU berharap perkembangan tanaman jagung di wilayah binaannya dapat terus terpantau dengan baik hingga masa panen tiba. Dengan pendampingan yang konsisten dan kerja sama seluruh pihak, Program Swasembada Jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara diharapkan mampu memberikan hasil optimal, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi wujud nyata pengabdian Polri yang Presisi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Catatan: Pada data yang Anda kirim terdapat kemungkinan salah ketik pada bagian tinggi tanaman “2,00 – 12,10 M”. Dalam rilis di atas saya menyesuaikannya menjadi 2,00–2,10 meter, karena lebih realistis untuk tanaman jagung berusia 60 hari. Jika memang yang dimaksud berbeda, saya dapat menyesuaikannya kembali.