TRIBRATA NEWS
Hulu Sungai Utara – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Swasembada Jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui jajaran Polsek Sungai Pandan, kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung kembali dilaksanakan di sejumlah wilayah pertanian guna memastikan kondisi tanaman serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi para petani.
Kegiatan monitoring berlangsung pada Jumat (24/7/2026) mulai pukul 09.00 hingga 10.00 Wita dengan sasaran lahan pertanian jagung yang berada di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan, pertumbuhan tanaman, serta berdialog dengan para petani mengenai perkembangan budidaya jagung di wilayah tersebut.
Monitoring dipimpin oleh Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., bersama Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan. Ketiga personel menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat milik Polsek Sungai Pandan untuk memastikan seluruh titik lahan yang menjadi objek pemantauan dapat dijangkau dengan baik.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa tanaman jagung yang berhasil tumbuh hanya sebagian. Sebagian besar tanaman mengalami kegagalan pertumbuhan akibat dampak banjir yang dipicu tingginya curah hujan beberapa waktu lalu. Genangan air yang cukup lama menyebabkan kondisi tanah menjadi kurang ideal bagi pertumbuhan tanaman, sehingga menghambat perkembangan bahkan mengakibatkan sebagian bibit jagung tidak dapat bertahan.
Meski menghadapi kendala tersebut, personel Polsek Sungai Pandan tetap memberikan motivasi kepada para petani agar tidak kehilangan semangat dalam mengembangkan sektor pertanian. Selain itu, petugas juga mencatat berbagai kondisi di lapangan sebagai bahan laporan kepada pimpinan dan untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah penanganan yang tepat guna mendukung keberlanjutan Program Swasembada Jagung.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur mengatakan bahwa monitoring yang dilakukan secara berkala merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Polri terhadap para petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kondisi alam seperti banjir memang menjadi tantangan tersendiri dalam sektor pertanian, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, penyuluh pertanian, dan masyarakat.
“Polres Hulu Sungai Utara akan terus mendampingi dan memonitor perkembangan lahan pertanian di seluruh wilayah hukum kami. Hasil monitoring menunjukkan adanya lahan jagung yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan, sehingga pertumbuhan tanaman belum optimal. Kondisi ini menjadi perhatian bersama untuk dicarikan solusi melalui koordinasi dengan instansi terkait. Kami berharap para petani tetap semangat, karena keberhasilan Program Swasembada Jagung membutuhkan kolaborasi semua pihak demi memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.
Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui monitoring yang berkesinambungan, diharapkan setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti, sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat terus meningkat meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi cuaca dan faktor alam.