TRIBRATA NEWS
Dalam rangka mendukung program swasembada jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Polsek Amuntai Utara terus melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah binaannya. Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 11.00 WITA hingga selesai, personel Polsek Amuntai Utara melaksanakan monitoring di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berlokasi di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh AIPTU Ferry A.P. bersama BRIPDA Dio. Kehadiran personel Polri di lokasi bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan tanaman jagung sekaligus menjalin komunikasi dengan kelompok tani guna mengetahui kondisi riil di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi dalam proses budidaya tanaman.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung di lahan Poktan Sungai Bayan memiliki tinggi berkisar antara 80 hingga 160 sentimeter. Namun demikian, ditemukan sebagian tanaman mengalami perubahan warna daun menjadi kekuningan. Kondisi tersebut disebabkan tingkat kesuburan tanah yang masih rendah sehingga memengaruhi pertumbuhan tanaman dan menghambat perkembangan jagung secara optimal.
Menyikapi kondisi tersebut, personel Polsek Amuntai Utara memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam merawat tanaman serta terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian maupun instansi terkait guna memperoleh solusi teknis, seperti pemupukan yang tepat, perbaikan unsur hara tanah, dan penerapan metode budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman hingga mencapai hasil panen yang maksimal.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan monitoring yang dilakukan jajaran Polsek merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kehadiran anggota Polri di lapangan bukan hanya untuk melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan semangat dan pendampingan kepada para petani agar tetap optimis menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pertanian.
“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam menyukseskan program swasembada jagung. Setiap kendala yang ditemukan di lapangan menjadi bahan evaluasi bersama agar dapat dicarikan solusi melalui sinergi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh, dan kelompok tani. Dengan kerja sama yang baik, kami optimistis produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan tujuan ketahanan pangan nasional dapat tercapai,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan program swasembada jagung memerlukan kolaborasi dari seluruh pihak. Oleh karena itu, Polres Hulu Sungai Utara beserta jajaran akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dan personel di lapangan untuk melakukan monitoring secara berkala, memberikan edukasi kepada petani, serta menjadi penghubung dalam penyampaian berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat kepada instansi terkait.
Kegiatan monitoring di Desa Panangkalaan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Meskipun masih ditemukan kendala pada tingkat kesuburan tanah yang berdampak terhadap pertumbuhan tanaman jagung, semangat para petani untuk terus mengembangkan budidaya jagung tetap tinggi. Diharapkan melalui pendampingan yang berkesinambungan dari Polri serta dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, produktivitas lahan jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.