Usia Tanam Capai 87 Hari, Polsek Banjang Terus Dampingi Perkembangan Jagung Pakan di Desa Pulau Damar

Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan Nasional, jajaran Polsek Banjang Polres Hulu Sungai Utara terus melaksanakan monitoring terhadap perkembangan lahan jagung binaan Polri di wilayah hukumnya. Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) pukul 11.00 Wita di lahan pertanian yang berlokasi di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Banjang, yaitu AIPTU Herry Sutanto, AIPTU Slamet Rianto, dan AIPTU Sukadi. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pendampingan kepada para petani sekaligus memastikan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dapat berjalan secara berkesinambungan.

Lahan yang dimonitor merupakan milik Sadikin, anggota Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi binaan Polri. Lahan seluas 4 hektare (40.000 meter persegi) tersebut ditanami jagung pakan varietas Hibrida Bisi 18 sejak 12 Mei 2026 dengan usia tanam telah mencapai 87 hari. Penanaman dilakukan menggunakan sekitar 100 kilogram benih atau setara 100 bungkus, dengan estimasi panen pada 10 Oktober 2026.

Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan perkembangan yang baik dengan tinggi tanaman berkisar antara 2,00 hingga 2,10 meter. Perawatan tanaman dilakukan secara rutin menggunakan pupuk NPK 16.16.16 yang dipadukan dengan kapur dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses budidaya masih mengandalkan peralatan pertanian manual yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Selain melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik tanaman, personel Polsek Banjang juga berdialog dengan pemilik lahan mengenai perkembangan pertumbuhan jagung, kebutuhan pemeliharaan menjelang masa pembentukan tongkol, serta kesiapan menghadapi musim panen. Pendampingan tersebut bertujuan agar setiap kendala yang dihadapi petani dapat diketahui sejak dini sehingga dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait apabila diperlukan.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur mengatakan bahwa kegiatan monitoring yang dilakukan secara berkala merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional. Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah para petani diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus memastikan seluruh tahapan budidaya jagung berjalan dengan baik hingga masa panen.

“Program ketahanan pangan merupakan salah satu agenda strategis pemerintah yang memerlukan dukungan seluruh elemen, termasuk Polri. Oleh karena itu, jajaran Polres Hulu Sungai Utara secara rutin melakukan monitoring terhadap lahan-lahan jagung binaan Polri agar perkembangan tanaman dapat terus dipantau. Kami berharap melalui pendampingan yang berkelanjutan, hasil panen petani semakin meningkat, kesejahteraan masyarakat bertambah, serta Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.

Polres Hulu Sungai Utara berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung sektor pertanian. Melalui monitoring yang konsisten serta pendampingan kepada petani, diharapkan produktivitas jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *