TRIBRATA NEWS
Jajaran Polsek Amuntai Tengah terus melakukan pengawasan melekat terhadap fluktuasi ketinggian air di dua sungai besar yang melintasi wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yakni Sungai Tabalong dan Sungai Balangan. Pemantauan intensif ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan personel dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 10.50 WITA tersebut melibatkan lima personel Polsek Amuntai Tengah, yakni Aiptu Padillah Ridani, Aipda Iwan Krisnawan, Bripka Rifqy Maulidin, Brigpol M. Fajar Adha, dan Bripda Ahmad Muzakkir. Tim bergerak menyisir titik-titik rawan luapan air untuk memantau kondisi terkini di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan di alat tera debit air yang berlokasi di Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, tercatat angka ketinggian air berada pada 4.28 meter. Meskipun angka ini masih menempatkan wilayah Amuntai Tengah dalam Status Siaga, petugas melaporkan adanya tren penurunan debit air dibandingkan hari sebelumnya.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya intensitas curah hujan di daerah hulu, yakni Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan, serta kondisi cuaca yang mulai membaik di wilayah HSU sendiri. Hingga laporan ini diturunkan, jalan desa, rumah warga, maupun fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah terpantau masih dalam kondisi aman (nihil terendam).
Personel Polsek Amuntai Tengah tidak hanya melakukan pengecekan fisik, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada warga, terutama yang bermukim di bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang ekstrem. Petugas juga secara khusus mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di pinggir sungai yang arusnya masih cukup kuat.
Kapolsek Amuntai Tengah menekankan bahwa monitoring ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan informasi kepada masyarakat terkait kebencanaan.
“Kami terus memonitor perkembangan debit air setiap jamnya melalui personel di lapangan. Walaupun saat ini trennya menunjukkan penurunan karena berkurangnya hujan di wilayah hulu, status di Amuntai Tengah masih berada pada posisi Siaga dengan ketinggian air 4.28 meter. Oleh karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh kendor,” tegas Kapolsek Amuntai Tengah.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pihak Polsek telah menjalin koordinasi erat dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk langkah penanggulangan jika sewaktu-waktu air kembali naik.
“Sinergitas dengan Pemerintah Desa dan BPBD terus kami perkuat. Kami juga menginstruksikan pemasangan rambu-rambu di titik rawan banjir sebagai peringatan dini bagi warga. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas jika melihat ada kenaikan debit air yang signifikan agar langkah evakuasi maupun bantuan dapat segera kami distribusikan,” tambahnya.
Kegiatan patroli dan monitoring ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, sebagai bagian dari upaya Polri menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.