Debit Air Sungai Amuntai Menurun, Polsek Amuntai Tengah Pastikan Situasi Normal dan Tetap Imbau Kewaspadaan

Jajaran Polsek Amuntai Tengah terus melakukan pemantauan intensif terhadap fluktuasi debit air di wilayah hukumnya. Berdasarkan hasil monitoring lapangan pada Kamis pagi (29/01/2026), kondisi perairan di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah dilaporkan mengalami penurunan dan saat ini berada dalam status normal.

Kegiatan pengecekan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut dilaksanakan oleh tim patroli yang dipimpin oleh Aiptu Yanuar Wijayanto bersama Bripka Roy Hermawan, Brigpol Adi Rezki Putra, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Petugas melakukan pengecekan langsung pada alat tera debit air yang berlokasi di Kelurahan Kebun Sari.

Dari hasil pengukuran teknis, ketinggian air menunjukkan angka 4.27 meter, mengalami penurunan sebesar 0.01 meter dari posisi sebelumnya di angka 4.28 meter. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah hulu, meliputi Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan, serta wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sendiri.

Hingga saat ini, Polsek Amuntai Tengah melaporkan tidak ada rumah warga, jalan desa, maupun fasilitas umum seperti sekolah, kantor, dan rumah ibadah yang terdampak luapan air (Nihil). Aktivitas masyarakat pun berjalan normal tanpa gangguan sirkulasi air.

Kapolsek Amuntai Tengah memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah mitigasi yang tetap dijalankan meski kondisi air sedang mengalami penurunan.

“Alhamdulillah, hasil pemantauan anggota kami di lapangan menunjukkan debit air di Kelurahan Kebun Sari dan sekitarnya sudah masuk dalam kategori normal. Penurunan ini tentu melegakan, namun kami tetap memerintahkan anggota untuk siaga dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memberikan informasi tercepat jika terjadi perubahan cuaca ekstrem,” ujar Kapolsek Amuntai Tengah.

Beliau juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keselamatan anak-anak di bantaran sungai.

“Kami tetap melakukan langkah preventif dengan memberikan imbauan secara langsung kepada warga, khususnya yang tinggal di pinggiran sungai, agar selalu waspada. Kami juga sangat menekankan kepada para orang tua agar melarang anak-anak bermain di bantaran sungai tanpa pengawasan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sinergi dengan instansi terkait untuk penanggulangan bencana tetap kami perkuat agar jika sewaktu-waktu debit air kembali naik, kita sudah siap dengan langkah penanganan yang tepat dan terukur,” tegasnya secara mendalam.

Kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pelayanan Polri dalam memberikan rekomendasi langkah-langkah keamanan bagi masyarakat Amuntai Tengah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *