Lahan Jagung Ponpes Darussalam Diperluas, Polres HSU Dukung Penanaman Serentak di Muara Tapus

Upaya mendukung program ketahanan pangan terus digalakkan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Salah satunya melalui pemantauan perkembangan lahan jagung yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara di kawasan Pondok Pesantren Darussalam, Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah.

Monitoring perkembangan lahan tersebut dilaksanakan pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 10.45 WITA di wilayah hukum Kepolisian Sektor Amuntai Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan dalam program penanaman jagung pakan sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan.

Lahan yang dimonitoring berada di Desa Muara Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah, yang dikelola oleh Pondok Pesantren Darussalam. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang sebelumnya hanya sekitar 0,05 hektare kini mengalami penambahan signifikan menjadi 0,5 hektare atau sekitar 5.000 meter persegi.

Penambahan luas lahan tersebut menunjukkan komitmen Pondok Pesantren Darussalam dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Lahan tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung pakan yang akan dikombinasikan dengan tanaman palawija lainnya guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Rencananya, kegiatan penanaman jagung pakan di lahan tersebut akan dilaksanakan secara serentak pada awal bulan April 2026 bersama sejumlah komoditas palawija lainnya. Kegiatan penanaman tersebut juga direncanakan akan dihadiri langsung oleh Bupati Hulu Sungai Utara, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan lahan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Polri melalui Polres Hulu Sungai Utara terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap perkembangan lahan pertanian jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional. Penambahan luas lahan di Pondok Pesantren Darussalam ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi karena menunjukkan partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kemandirian pangan,” ujar IPTU Asep.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat termasuk lembaga pendidikan seperti pondok pesantren menjadi faktor penting dalam keberhasilan program swasembada pangan. Dengan adanya kerja sama yang baik, diharapkan produksi jagung dan komoditas pertanian lainnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat terus meningkat serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *