TRIBRATA NEWS

Amuntai – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Polsek Sungai Pandan melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung pada Rabu, 1 April 2026, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung di Desa Banyu Tajun Hilir, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan.
Kegiatan monitoring dipimpin langsung oleh Ka Jaga Aipda Agus Tri S, S.Hut., bersama dua anggota jaga, yakni Aipda Eddy K, S.H., dan Brigadir Pawiloi. Personel menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat (R4) Polsek Sungai Pandan untuk meninjau langsung kondisi lahan jagung milik petani di wilayah hukumnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah Polsek Sungai Pandan saat ini dalam kondisi tergenang air. Situasi ini disebabkan oleh curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir, sehingga mengakibatkan drainase lahan tidak berjalan optimal. Kondisi genangan ini dikhawatirkan akan menghambat proses penanaman jagung pada beberapa bulan ke depan, karena lahan belum memungkinkan untuk diolah kembali.
Menyikapi hal tersebut, Polsek Sungai Pandan berkomitmen untuk terus melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan lahan jagung dan debit air yang menggenangi area pertanian. Hasil monitoring ini akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan rekomendasi dan langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk meminimalkan dampak negatif terhadap produktivitas petani.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui PS. Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan pemerintah.
“Polres HSU melalui Polsek Sungai Pandan terus berupaya memantau perkembangan lahan jagung sebagai salah satu komoditas pangan strategis. Kami memahami bahwa kondisi genangan air saat ini menjadi tantangan bagi petani, namun kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik,” ujar IPTU Asep mewakili Kapolres HSU.
Beliau menambahkan, tujuan utama dari monitoring ini adalah untuk mencapai kemandirian pangan dengan memenuhi kebutuhan domestik, terutama untuk pakan ternak dan bahan pangan, melalui produksi sendiri maupun pemanfaatan lahan milik petani. Dengan demikian, Polri berharap dapat berkontribusi langsung dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten HSU.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi bagian dari peran Bhabinkamtibmas dalam mendampingi petani dan memastikan situasi kamtibmas di area pertanian tetap kondusif. Polsek Sungai Pandan akan terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, kelompok tani, dan pihak terkait lainnya untuk mengantisipasi dampak genangan air serta memberikan pendampingan kepada petani dalam menghadapi musim hujan ini.
Melalui upaya monitoring yang berkelanjutan ini, Polres HSU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menjaga kesejahteraan petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional.