Polsek Amuntai Tengah Monitor Lahan Jagung di Sungai Karias, Dukung Swasembada dan Ketahanan Pangan di Wilayah HSU

Jajaran Polsek Amuntai Tengah melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan swasembada jagung atau ketahanan pangan di wilayah hukumnya dengan menyambangi kawasan lahan jagung milik petani di Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), pada Jumat (17/04/2026) sekitar pukul 15.00 Wita hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya memastikan kemandirian pangan di tingkat lokal, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan pakan ternak dan bahan pangan melalui produksi jagung milik petani setempat.

Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Tengah yang terdiri dari AIPTU Eko Yuli Setyawan, BRIPKA Roy Hermawan, BRIGPOL M. Fajar Adha, BRIGPOL Juliansyah, dan BRIPDA M. Zainal Hilmi dengan menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat (R4) serta alat komunikasi (Alkom/HT) Motorola APX 1000 untuk menunjang kelancaran koordinasi di lapangan. Para petugas menyisir area lahan jagung milik petani, melakukan pengecekan kondisi fisik lahan, serta berdialog dengan para petani guna menggali informasi terkait kendala yang dihadapi dalam proses budidaya jagung.

Berdasarkan hasil pemantauan, diketahui bahwa untuk saat ini sebagian besar lahan jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah dalam kondisi tergenang air sehingga menghambat proses penanaman dan pertumbuhan tanaman. Bahkan, dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan sebagian besar lahan tersebut belum dapat dilakukan penanaman karena situasi dan kondisi genangan air yang belum surut, sehingga berpotensi memengaruhi target produksi jagung di wilayah tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Polsek Amuntai Tengah menegaskan komitmennya untuk tetap memonitor secara berkala perkembangan lahan jagung serta debit air yang menggenangi lahan petani agar dapat memberikan rekomendasi dan langkah-langkah yang tepat kepada pimpinan maupun instansi terkait. Monitoring berkala ini diharapkan mampu menjadi deteksi dini atas dampak cuaca dan genangan terhadap produktivitas jagung, sehingga kebijakan pendukung bagi petani dapat disusun secara lebih akurat dan berbasis data lapangan.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui PS. Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa keterlibatan Polsek Amuntai Tengah dalam monitoring lahan jagung merupakan wujud dukungan Polri terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional. “Kegiatan monitoring ini kami lakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan, khususnya terkait lahan jagung milik petani yang terdampak genangan air, sehingga kami dapat melaporkan secara objektif kepada pimpinan dan pihak terkait serta ikut mendorong solusi terbaik bagi petani,” ujar IPTU Asep mewakili Kapolres HSU.

IPTU Asep menambahkan, Polsek Amuntai Tengah akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk para petani, melalui kegiatan monitoring dan pendampingan agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal meskipun dihadapkan pada tantangan alam. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dinas pertanian, dan para petani, diharapkan upaya mewujudkan kemandirian pangan di wilayah HSU tetap dapat dicapai, sekalipun saat ini sebagian lahan jagung masih tergenang air dan membutuhkan waktu pemulihan sebelum kembali dapat ditanami.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *