TRIBRATA NEWS
Hulu Sungai Utara – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara, terus melakukan pendampingan terhadap sektor pertanian melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (5/7/2026) pukul 11.30 Wita hingga selesai di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Monitoring dilakukan sebagai langkah untuk mengetahui secara langsung kondisi pertumbuhan tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan budidaya. Selain melakukan pengecekan terhadap kondisi lahan dan tanaman, personel Polsek Amuntai Utara juga berdialog dengan kelompok tani guna memperoleh informasi mengenai perkembangan tanaman, pola perawatan yang dilakukan, serta kendala yang dihadapi selama masa pertumbuhan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung memiliki tinggi berkisar antara 60 hingga 90 sentimeter. Namun, sebagian besar tanaman menunjukkan kondisi daun yang menguning. Setelah dilakukan pengamatan, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh tingkat kelembapan tanah yang cukup tinggi atau kondisi lahan yang terlalu basah, sehingga menghambat proses pertumbuhan tanaman jagung. Faktor cuaca dan sistem drainase lahan menjadi perhatian penting agar pertumbuhan tanaman dapat kembali optimal.
Meski menghadapi kendala tersebut, para petani tetap berupaya melakukan perawatan secara intensif dengan harapan tanaman dapat pulih dan tumbuh lebih baik. Personel Polsek Amuntai Utara turut memberikan motivasi kepada kelompok tani agar terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian serta instansi terkait untuk mendapatkan pendampingan teknis mengenai penanganan kelembapan lahan dan pemeliharaan tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Ferry A.P. bersama Bripda Dio. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa monitoring secara rutin merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, setiap perkembangan maupun kendala yang ditemukan di lapangan menjadi bahan evaluasi agar dapat dikoordinasikan bersama pihak terkait sehingga solusi yang tepat dapat segera dilakukan demi menjaga produktivitas pertanian.
“Polri akan terus hadir mendampingi para petani melalui kegiatan monitoring dan komunikasi aktif di lapangan. Setiap tantangan yang dihadapi, baik akibat faktor cuaca maupun kondisi lahan, perlu dihadapi dengan sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan Polri. Kami berharap dengan pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas tanaman jagung dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung keberhasilan program swasembada pangan serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.
Polres Hulu Sungai Utara melalui seluruh jajaran Polsek akan terus mengoptimalkan kegiatan monitoring dan pendampingan terhadap lahan-lahan pertanian di wilayah hukumnya. Dengan kolaborasi yang baik antara Polri, kelompok tani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai kendala dalam budidaya jagung dapat diatasi secara efektif sehingga target ketahanan pangan nasional dapat tercapai dan sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara semakin maju.