TRIBRATA NEWS
Dalam rangka mendukung Program Swasembada Jagung sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Amuntai Utara Polres Hulu Sungai Utara terus melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan tanaman jagung di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) mulai pukul 10.30 Wita hingga selesai di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Monitoring lapangan dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni AIPTU Ferry A.P. bersama BRIPKA Eko P. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman jagung, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, serta memberikan motivasi dan pendampingan agar program swasembada jagung dapat berjalan secara optimal hingga masa panen.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung di lahan Poktan Sungai Bayan menunjukkan perkembangan dengan tinggi berkisar antara 80 hingga 110 sentimeter. Meskipun pertumbuhan tanaman terus mengalami peningkatan dibandingkan monitoring sebelumnya, personel masih menemukan adanya daun tanaman yang menguning pada sebagian area lahan.
Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa perubahan warna daun tersebut dipengaruhi oleh tingginya tingkat kelembaban tanah akibat kondisi lahan yang masih basah. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal karena sistem perakaran mengalami gangguan dalam menyerap unsur hara yang dibutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan penanganan yang tepat agar pertumbuhan tanaman dapat kembali normal.
Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, personel Polsek Amuntai Utara juga berdialog dengan anggota Kelompok Tani Sungai Bayan mengenai upaya perawatan tanaman serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi dampak kelembaban tanah. Petani juga diberikan motivasi agar terus melakukan pemeliharaan secara intensif serta menjalin koordinasi dengan penyuluh pertanian guna memperoleh solusi teknis yang sesuai dengan kondisi lahan.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa monitoring rutin yang dilakukan jajaran Polsek merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah para petani bukan hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga untuk memastikan setiap perkembangan maupun kendala di lapangan dapat diketahui sedini mungkin sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam mendukung keberhasilan program swasembada jagung. Monitoring secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi riil tanaman di lapangan sekaligus memberikan semangat kepada petani agar tetap optimis menghadapi berbagai tantangan, termasuk faktor cuaca dan kondisi lahan. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.
Lebih lanjut, IPTU Asep Hudzainur berharap seluruh kelompok tani di Kabupaten Hulu Sungai Utara terus meningkatkan koordinasi dengan penyuluh pertanian dalam mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan serta kerja sama yang solid antara seluruh pemangku kepentingan, Program Swasembada Jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para petani.