Polres HSU Pastikan Perkembangan Lahan Jagung Binaan Berjalan Optimal, Monitoring di Pulau Damar Tunjukkan Pertumbuhan Tanaman yang Baik

Polres Hulu Sungai Utara – Komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung Program Swasembada Jagung Nasional terus diwujudkan melalui kegiatan monitoring rutin terhadap perkembangan lahan pertanian binaan Polri. Pada Sabtu (11/7/2026), jajaran Polsek Banjang kembali melaksanakan pemantauan langsung di lahan jagung yang berada di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebagai bentuk pendampingan kepada petani sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai target.

Kegiatan monitoring dimulai pada pukul 11.00 Wita dengan melibatkan personel Polsek Banjang, yaitu AIPDA Nasrullah, AIPDA Robbi Utama, S.H., dan BRIPTU Zakir. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memantau kondisi tanaman, mengevaluasi perkembangan budidaya jagung, serta mempererat komunikasi dengan petani agar setiap kendala yang muncul dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.

Lahan yang dimonitor merupakan milik Sadikin, anggota Kelompok Tani Mandiri yang menjadi kelompok tani binaan Polri. Lahan seluas 4 hektare (40.000 meter persegi) tersebut ditanami jagung pakan menggunakan benih Hibrida Bisi 18 sebanyak 100 bungkus atau sekitar 100 kilogram. Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan Dolomit, herbisida Basmilang, serta masih mengandalkan peralatan pertanian secara manual.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah memasuki usia 61 hari dengan pertumbuhan yang cukup baik. Tinggi tanaman rata-rata telah mencapai 2 hingga 2,1 meter, menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan fase pertumbuhan vegetatif. Dengan kondisi tersebut, tanaman diperkirakan siap dipanen pada 10 Oktober 2026, apabila perawatan terus dilakukan secara optimal dan kondisi cuaca tetap mendukung.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan salah satu bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan perkembangan tanaman tetap terpantau serta memberikan motivasi kepada para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program pemerintah, termasuk di sektor pertanian. Melalui monitoring rutin, kami dapat mengetahui secara langsung perkembangan tanaman jagung, mendengar aspirasi para petani, serta membangun koordinasi dengan pihak terkait agar setiap kendala yang muncul dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program Swasembada Jagung membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh lapangan, kelompok tani, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi jagung, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Melalui kegiatan monitoring yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Polres Hulu Sungai Utara berharap seluruh lahan jagung binaan dapat berkembang dengan baik hingga masa panen. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mewujudkan swasembada jagung yang berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Apabila diperlukan untuk publikasi resmi Humas Polres HSU, rilis ini telah menggunakan format berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik dan dapat langsung digunakan pada website, media massa, maupun media sosial resmi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *