Polsek Amuntai Utara Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Panangkalaan, Antisipasi Dampak Kelembaban Tanah terhadap Pertumbuhan Tanaman

Hulu Sungai Utara – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung Program Swasembada Jagung dan Ketahanan Pangan Nasional, jajaran Polsek Amuntai Utara terus melaksanakan pendampingan serta monitoring terhadap perkembangan lahan pertanian jagung binaan di wilayah hukumnya. Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan pada Minggu, 12 Juli 2026, mulai pukul 11.00 Wita hingga selesai, bertempat di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Monitoring di lapangan dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Ferry A.P. dan Bripka Eko P. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman jagung, memantau perkembangan pertumbuhannya, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kelompok tani sehingga dapat dilakukan langkah-langkah antisipatif bersama instansi terkait.

Lahan yang dipantau merupakan milik Kelompok Tani Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan dengan ketinggian berkisar antara 80 hingga 110 sentimeter. Namun demikian, ditemukan adanya perubahan warna daun menjadi kekuningan pada sebagian tanaman yang disebabkan oleh kondisi tanah dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi akibat genangan atau tanah yang masih basah.

Kondisi tersebut mengakibatkan proses pertumbuhan tanaman jagung menjadi kurang optimal. Tingginya kadar air di dalam tanah dapat mengurangi kemampuan akar menyerap unsur hara secara maksimal, sehingga berdampak pada perubahan warna daun dan melambatnya pertumbuhan tanaman. Meski demikian, secara umum tanaman masih berpotensi untuk tumbuh dengan baik apabila kondisi lahan berangsur membaik dan dilakukan perawatan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara juga memberikan motivasi dan edukasi kepada anggota Kelompok Tani Sungai Bayan agar tetap melakukan pemeliharaan tanaman secara intensif. Petani diimbau untuk terus memantau kondisi lahan, memperbaiki saluran drainase apabila memungkinkan, serta berkoordinasi dengan penyuluh pertanian guna memperoleh solusi teknis dalam mengatasi dampak kelembaban tanah terhadap pertumbuhan tanaman jagung.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan program pemerintah di sektor pertanian melalui pendampingan yang berkesinambungan kepada para petani.

“Polri akan terus hadir bersama masyarakat, termasuk mendampingi para petani dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Monitoring secara rutin dilakukan agar setiap kendala yang berpotensi menghambat produktivitas tanaman dapat diketahui lebih awal dan dicarikan solusi bersama. Kami berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani terus terjalin sehingga program swasembada jagung dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.

Polres Hulu Sungai Utara menegaskan bahwa pendampingan terhadap lahan jagung binaan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh seluruh jajaran Polsek. Selain memantau perkembangan tanaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dengan para petani sekaligus memastikan setiap hambatan dalam budidaya dapat segera ditangani melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan upaya tersebut, diharapkan produktivitas jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara terus meningkat dan mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *