TRIBRATA NEWS
Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan Nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah, jajaran Polsek Amuntai Utara terus melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, mulai pukul 14.00 Wita hingga selesai di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni AIPTU Ferry A.P. bersama BRIPDA Dio. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pendampingan sekaligus pengawasan terhadap perkembangan tanaman jagung sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selain melakukan pengecekan secara langsung, personel juga berdialog dengan petani guna mengetahui kondisi aktual tanaman dan berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.
Dari hasil monitoring di lapangan diketahui bahwa tanaman jagung memiliki tinggi yang bervariasi antara 80 hingga 160 sentimeter. Secara umum tanaman masih menunjukkan perkembangan, namun terdapat kendala pada sebagian besar tanaman yang mengalami daun menguning. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah yang masih rendah sehingga menghambat pertumbuhan tanaman secara optimal.
Petugas turut memberikan motivasi kepada kelompok tani agar tetap melakukan perawatan secara intensif, termasuk memperhatikan kebutuhan unsur hara tanaman melalui pemupukan yang tepat, pengendalian gulma, serta pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu petani meminimalkan dampak penurunan kesuburan tanah sehingga produktivitas tanaman jagung tetap dapat dipertahankan.
Kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Kehadiran anggota Polri di lapangan tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memberikan semangat, solusi, dan pendampingan kepada para petani agar tetap optimis menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.
Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur mengatakan bahwa Polres Hulu Sungai Utara beserta seluruh jajaran akan terus mengawal setiap tahapan program swasembada jagung yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Menurutnya, monitoring rutin menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani sehingga dapat segera dicarikan solusi bersama instansi terkait.
“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program strategis pemerintah, salah satunya ketahanan pangan. Melalui monitoring yang dilakukan secara berkesinambungan, kami ingin memastikan setiap lahan jagung yang telah ditanam mendapatkan perhatian dan pendampingan. Apabila ditemukan kendala seperti kondisi tanah yang kurang subur maupun faktor lainnya, kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar petani memperoleh pendampingan teknis yang diperlukan. Harapan kami, produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres.
Polres Hulu Sungai Utara mengajak seluruh kelompok tani untuk terus menjaga semangat dalam mengembangkan sektor pertanian serta memanfaatkan pendampingan yang diberikan pemerintah dan stakeholder terkait. Sinergi antara petani, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mewujudkan swasembada jagung yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara.