Polsek Amuntai Tengah Intensif Monitoring Lahan Jagung, Wujud Dukungan Nyata terhadap Program Swasembada Pangan Nasional

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional serta menyukseskan program swasembada jagung yang dicanangkan pemerintah, personel Polsek Amuntai Tengah melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Rabu, 5 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan monitoring tersebut dilakukan pada lahan milik Bahri, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Berkat Setia. Lahan seluas 3 hektare tersebut dikelola secara kelompok dengan komoditas jagung pakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam pada 21 Juli 2026 telah memasuki usia 15 Hari Setelah Tanam (HST) dengan tinggi tanaman rata-rata sekitar 2 sentimeter. Bibit yang digunakan merupakan varietas Bisi 18 sebanyak 75 bungkus atau 75 kilogram, sedangkan pemupukan menggunakan NPK Mutiara 16.16.16. Untuk pengendalian gulma digunakan herbisida Basmilang, sementara proses budidaya masih mengandalkan peralatan pertanian secara manual.

Meskipun usia tanaman masih tergolong sangat muda, kondisi pertumbuhan jagung terus dipantau secara berkala guna memastikan perkembangan tanaman berjalan sesuai fase pertumbuhan. Monitoring sejak awal masa tanam dinilai penting agar berbagai potensi kendala dapat diidentifikasi lebih dini, sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan hambatan yang berpotensi memengaruhi hasil panen.

Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek juga berdialog dengan pemilik lahan dan anggota kelompok tani mengenai teknik perawatan tanaman, kebutuhan sarana produksi pertanian, serta pentingnya menjaga kualitas lahan agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen yang diperkirakan berlangsung pada 21 November 2026. Pendekatan humanis yang dilakukan Polri diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus mempererat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat petani.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan monitoring sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk para petani, melalui kegiatan monitoring dan pendampingan di lapangan. Kehadiran personel diharapkan dapat memberikan semangat kepada kelompok tani sekaligus memastikan perkembangan tanaman dapat dipantau sejak dini sehingga apabila terdapat kendala dapat segera dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk memperoleh solusi yang tepat,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan program swasembada jagung memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian hingga kelompok tani. Dengan sinergi yang baik, produktivitas pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Polres Hulu Sungai Utara akan terus menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung secara berkelanjutan. Selain sebagai bentuk pengawasan terhadap perkembangan program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta kerja sama yang harmonis dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *